Kuis PRD

1.    Persamaan antara rekayasa dan desain adalah sama-sama memiliki tahap perancangan dalam prosesnya. Perbedaannya, perancangan dalam rekayasa memiliki tujuan menciptakan sesuatu yang berguna untuk mengatasi masalah saat ini atau yang mungkin muncul di masa depan berdasarkan ilmu dasar sains dan rekayasa yang dikembangkan. Sedangkan, desain merupakan proses perancangan bentuk, tata letak, dan keefektifan rancangan. Jadi di dalam rekayasa selalu mencakup desain, sedangkan di dalam desain tidak selalu mencakup rekayasa di dalamnya.
2.       Peran rekayasa dan desain dalam masyarakat:
a.       Penyelesaian masalah saat ini dalam masyarakat. Contoh: sistem dan alat untuk memproses dan memilah sampah untuk mengurangi jumlah sampah di Sungai Ciliwung.
b.      Inovasi preventif untuk menanggulangi masalah yang mungkin akan muncul di masa depan. Contoh: Jaman dahulu manusia hanya berkomunikasi di satu tempat. Karena berkembangnya teknologi transportasi yang membuat manusia semakin tersebar maka muncullah inovasi dalam teknologi telekomunikasi.
c.       Jembatan bagi manusia untuk mencapai masa depan. Masa depan identik dengan perkembangan teknologi ayng semakin pesat. Tanpa adanya engineering hal itu tidak akan mungkin terjadi.
3.       Jika kita mengetahui lebih dahulu definisi profesi, yaitu profesi adalah pekerjaan yang mambutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus, kita bisa mengasosiasikan pada seorang engineer(insinyur). Insinyur merupakan orang yang melakukan rekayasa. Namun rekayasa yang dilakukan oleh insinyur tidak semata-mata rekayasa tanpa dasar karena untuk menjadi seorang insinyur diperlukan ilmu-ilmu khusu dalam bidang teknik yang digeluti. Selain itu insinyur melakukan rekayasa juga sebagai pekerjaannya. Oleh karena itu insinyur bisa dikatakan adalah suatu profesi.
4.       Kode etik menjadi hal utama karena kode etik merupakan pedoman nilai-nilai positif sebagai pencegahan penyalahgunaan keprofesian dalam hal-hal negatif. Selain itu kode etik memiliki tujuan agar profesional (dalam hal ini bidang rekayasa) memberikan jasa sebaik-baiknya untuk konsumen.
5.       Sistem yang paling sederhana yang digunakan seorang insinyur adalah need-know-how-solve. Need adalah tahap pertama tentang hal yang dibutuhkan untuk dicapai, contoh masalahnya sampah di sungai, yang dibutuhkan adalah sungai bersih. Setelah itu menggunakan Know, yaitu mendata setiap hal yang berhubungan dengan masalah seperti jumlah sampah di sungai per harinya, sumber sampah, dan sebagainya. Yang ketiga adalah How, yaitu analisis bagaimana masalah itu bisa terjadi. Terakhir, Solve, yaitu mengambil solusi dari hasil analisis yang berdasarkan data dan tujuan akhir penyelesaian masalah ini.
6.       Pengetahuan mengenai energi memegang peran penting karena energi merupakan sumber utama dalam menjalankan hasil rekayasa. Setiap hasil rekayasa membutuhkan energi untuk menjalankannya, baik sistem maupun alat. Oleh karena itu perlu adanya pengetahuan tentang sumber tenaga bagi kepentingan rakayasa untuk digunakan dalam proses menjalankan rekayasa maupun dikembangkan untuk mendapatkan sumber energi yang baru dalam hal perekayasaan.
7.       Solusi dalam rekayasa (Engineering Solution) diumpamakan sebagai satu kesatuan mobil. Dalam komponen mobil,body mobil sebagai produk rekayasa, engineer sebagai otak yang mengemudikan solusi dengan pelayanan sebagai setirnya, engine sebagai penggerak mobil, dan nilai/norma sebagai bawaan penting di dalam mobil tersebut yang ditujukan pada penerima sebagai solusi. Artinya seorang engineer itu sebagai pembawa nilai yang sudah ada dengan hasil rekayasa yang mereka buat kepada masyarakat.
Pada masyarakat sendiri, nilai yang engineer ‘bawa’ tidak selalu utuh sebagai penyelesai masalah. Ada beberapa tingkatan ketika engineer benar-benar berhasil membawa nilai dalam solusi rekayasa yaitu Original level, Desired level, dan Problem Entity.
8.       Asumsikan bumi berbentuk bola sempurna, memiliki 2 jenis lapisan yaitu padat dan cair, keduanya memiliki perbandingan volume 2:1, lapisan padat terdiri dari batuan dan cair terdiri dari magma, sedangkan berat air dianggap termasuk dalam berat lapisan padat karena jumlah volumenya kecil dibandingkan volume bumi itu sendiri, panjang garis ekuator bumi 40.000 km.
a.       Siapkan dua kotak 10 liter yang tahan panas dan tekanan tinggi.
b.      Isi kotak pertama dengan berbagai macam batuan dan usahakan tidak ada celah dengan menambahkan pecahan-pecahan kecil batuan padat dan usahakan tepat 10 Liter, tidak lebih maupun kurang.
c.       Isi kotak kedua dengan cairan magma sampai kotak penuh 10 Liter.
d.      Timbang keduanya dan dengan itu bisa kita temukan kerapatan massa lapisan padat dan cair dengan membagi berat(kg) dengan volume (L)
e.      Dengan mengetahui kerapatan massa  kita bisa mengetahui berat bumi dengan menghitung volume bumi terlebih dahulu dengan membagi equator dengan 2 x phi. Dengan demikian kita menemukan jari-jarinya yaitu 40.000 km/(2 x phi). Kemudian gunakan rumus volume bola yaitu (4/3)phixjari-jari2 sehingga volumenya 160.000/(phi x 3)
f.        Dengan demikian berat bumi bisa dihitung dengan menjumlahkan berat masing-masing lapisan. Berat lapisasn padat adalah (kerapatan lapisan padat) x (2/3) x (160.000/(phi x 3)) dan berat lapisan cair adalah  (kerapatan lapisan cair) x (1/3) x (160.000/(phi x 3))
g.      Sehingga bisa disederhanakan total berat bumi adalah (160.000/(phi x 3)) x (1/3) x( (2 x kerapatan lapisan padat) + kerapatan lapisan cair )

Komentar